{"id":320,"date":"2026-10-29T04:33:30","date_gmt":"2026-10-29T04:33:30","guid":{"rendered":"https:\/\/pablitar.net\/?p=320"},"modified":"2026-10-29T06:03:35","modified_gmt":"2026-10-29T06:03:35","slug":"hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/","title":{"rendered":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-321\" src=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-300x200.jpg 300w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-768x512.jpg 768w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-788x525.jpg 788w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai.jpg 1200w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan sejumlah hak dan kewajiban yang perlu diperhatikan, terutama terkait pemenuhan hak perempuan dan anak. Dalam proses perceraian di Pengadilan Agama, perempuan dapat mengajukan tuntutan atas hak-hak tertentu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 1669\/DJA\/HK.00\/5\/2021 tentang jaminan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak pascaperceraian, pemenuhan hak tersebut menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyelesaian perkara perceraian.<\/p>\n<h3>Pahami Lebih Lanjut : <a href=\"https:\/\/pablitar.net\/alternatif-penyelesaian-sengketa-dalam-perspektif-hukum-islam\/\">Alternatif Penyelesaian Sengketa dalam Perspektif Hukum Islam<\/a><\/h3>\n<h1 style=\"text-align: justify;\">Apa Saja Hak Perempuan Setelah Perceraian Menurut KHI dan Hukum Islam?<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/\">Pasca Perceraian<\/a> nafkah merupakan kewajiban suami untuk memenuhi kebutuhan hidup istri sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Nafkah dapat mencakup kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kebutuhan dasar lainnya. Sementara itu, maskan berarti tempat tinggal, sedangkan kiswah berarti pakaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam konteks perceraian, hak atas nafkah, maskan, dan kiswah perlu dibedakan dari kewajiban nafkah selama perkawinan. Berdasarkan Pasal 149 huruf b Kompilasi Hukum Islam (KHI), apabila perkawinan putus karena talak, bekas suami pada prinsipnya berkewajiban memberikan nafkah, maskan, dan kiswah kepada bekas istri selama masa idah, dengan memperhatikan pengecualian yang diatur dalam ketentuan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Hak Mut&#8217;ah<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mut&#8217;ah merupakan pemberian dari bekas suami kepada bekas istri setelah perceraian. Pemberian ini dapat berupa uang atau barang yang bertujuan memberikan penghargaan serta membantu bekas istri setelah berakhirnya perkawinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berdasarkan Pasal 149 huruf a KHI, apabila perkawinan putus karena talak, bekas suami wajib memberikan mut&#8217;ah yang layak kepada bekas istri, kecuali apabila perceraian tersebut terjadi sebelum hubungan suami istri (<em>qobla al-dukhul<\/em>).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besaran mut&#8217;ah dapat mempertimbangkan kemampuan bekas suami dan kepatutan berdasarkan keadaan para pihak. Dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama, hak mut&#8217;ah dapat dimohonkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Hak Mahar atau Maskawin<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mahar atau maskawin merupakan pemberian wajib dari calon suami kepada calon istri dalam perkawinan. Mahar dapat berupa uang, barang, atau sesuatu yang memiliki nilai dan diperbolehkan menurut hukum Islam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara perceraian, hak atas mahar perlu dilihat berdasarkan keadaan perkawinan dan ketentuan hukum yang berlaku. Pasal 149 huruf c KHI mengatur bahwa apabila perkawinan putus karena talak, bekas suami wajib melunasi mahar yang masih terutang seluruhnya. Namun, apabila perceraian terjadi sebelum hubungan suami istri (<em>qobla al-dukhul<\/em>), kewajiban tersebut adalah separuh dari mahar yang telah ditentukan, sesuai ketentuan yang berlaku.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Kewajiban Nafkah Anak dan Biaya Hadhanah<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hadhanah adalah pemeliharaan dan pengasuhan anak yang belum mampu mengurus dirinya sendiri secara mandiri. Pengasuhan ini mencakup pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, pendidikan, kesehatan, perlindungan, serta perkembangan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hukum Islam, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. Ibu dapat memperoleh hak pengasuhan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain hak pengasuhan, anak juga memiliki hak untuk memperoleh nafkah dari orang tua yang berkewajiban menanggung kebutuhannya. Hak tersebut tetap perlu diperhatikan meskipun kedua orang tuanya telah bercerai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasal 149 huruf d KHI mengatur kewajiban bekas suami untuk memberikan biaya hadhanah bagi anak-anaknya yang belum mencapai usia 21 tahun. Ketentuan tersebut perlu dibaca bersama aturan lain mengenai pemeliharaan anak, kewajiban orang tua, dan keadaan konkret yang dihadapi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dasar Hukum Hak Perempuan Pascaperceraian<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hak perempuan setelah perceraian perlu dipahami berdasarkan peraturan perundang-undangan dan ketentuan hukum Islam yang relevan. Salah satu rujukan penting adalah Kompilasi Hukum Islam, khususnya Pasal 149, yang mengatur sejumlah kewajiban bekas suami apabila perkawinan putus karena talak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, hak-hak yang perlu diperhatikan meliputi:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\" start=\"1\">\n<li><strong>Nafkah, maskan, dan kiswah<\/strong>, yaitu pemenuhan kebutuhan bekas istri selama masa idah sesuai ketentuan hukum.<\/li>\n<li><strong>Mut&#8217;ah<\/strong>, yaitu pemberian yang layak kepada bekas istri sesuai ketentuan yang berlaku.<\/li>\n<li><strong>Pelunasan mahar<\/strong>, yaitu pembayaran mahar yang masih terutang sesuai keadaan perkawinan.<\/li>\n<li><strong>Biaya hadhanah dan nafkah anak<\/strong>, yaitu pemenuhan kebutuhan anak setelah perceraian berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perlu dipahami bahwa penerapan hak-hak tersebut dapat berbeda berdasarkan jenis perceraian, keadaan para pihak, serta ketentuan hukum yang relevan. Karena itu, setiap perkara perlu dinilai berdasarkan fakta dan dasar hukum yang sesuai.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hak-hak perempuan pascaperceraian merupakan bagian penting dari perlindungan hukum bagi perempuan dan anak. Dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama, hak yang dapat menjadi perhatian antara lain nafkah, maskan, kiswah, mut&#8217;ah, pelunasan mahar, serta pemenuhan nafkah dan biaya pengasuhan anak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Perceraian tidak hanya mengakhiri hubungan perkawinan, tetapi juga menimbulkan sejumlah hak dan kewajiban yang perlu diperhatikan, terutama terkait pemenuhan hak perempuan dan anak. Dalam proses perceraian di Pengadilan Agama, perempuan dapat mengajukan tuntutan atas hak-hak tertentu sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama Nomor 1669\/DJA\/HK.00\/5\/2021 tentang jaminan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[52,50,36,57,51],"class_list":["post-320","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-mahkamahagungri","tag-pablitar","tag-pengadilanagama-2","tag-pengadilanagamablita","tag-pengadilanagamaindonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut&#039;ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut&#039;ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-29T04:33:30+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-29T06:03:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"800\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"headline\":\"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama\",\"datePublished\":\"2026-10-29T04:33:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-29T06:03:35+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/\"},\"wordCount\":692,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/cerai-300x200.jpg\",\"keywords\":[\"MahkamahAgungRI\",\"PABlitar\",\"PengadilanAgama\",\"PengadilanAgamaBlita\",\"PengadilanAgamaIndonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/\",\"name\":\"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/cerai-300x200.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-29T04:33:30+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-29T06:03:35+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"description\":\"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut'ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/cerai.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/cerai.jpg\",\"width\":1200,\"height\":800},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\",\"name\":\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/author\\\/admin_0tp4xg8n\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama","description":"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut'ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama","og_description":"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut'ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak","og_url":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/","og_site_name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","article_published_time":"2026-10-29T04:33:30+00:00","article_modified_time":"2026-10-29T06:03:35+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":800,"url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"headline":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama","datePublished":"2026-10-29T04:33:30+00:00","dateModified":"2026-10-29T06:03:35+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/"},"wordCount":692,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-300x200.jpg","keywords":["MahkamahAgungRI","PABlitar","PengadilanAgama","PengadilanAgamaBlita","PengadilanAgamaIndonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/","url":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/","name":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai-300x200.jpg","datePublished":"2026-10-29T04:33:30+00:00","dateModified":"2026-10-29T06:03:35+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"description":"Ketahui hak-hak perempuan pasca perceraian di Pengadilan Agama, mulai dari nafkah idah, mut'ah, mahar, hingga nafkah dan pengasuhan anak","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#primaryimage","url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai.jpg","contentUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/cerai.jpg","width":1200,"height":800},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pablitar.net\/hak-hak-perempuan-pasca-perceraian-di-pengadilan-agama\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pablitar.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Hak-Hak Perempuan Pasca Perceraian di Pengadilan Agama"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website","url":"https:\/\/pablitar.net\/","name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pablitar.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/pablitar.net"],"url":"https:\/\/pablitar.net\/author\/admin_0tp4xg8n\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/320","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/comments?post=320"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/320\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":333,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/320\/revisions\/333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/media?parent=320"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/categories?post=320"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/tags?post=320"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}