{"id":289,"date":"2026-10-28T08:02:06","date_gmt":"2026-10-28T08:02:06","guid":{"rendered":"https:\/\/pablitar.net\/?p=289"},"modified":"2026-10-28T08:09:14","modified_gmt":"2026-10-28T08:09:14","slug":"surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/","title":{"rendered":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-291\" src=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-300x214.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"214\" srcset=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-300x214.png 300w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images.png 529w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kantor Urusan Agama (KUA) terkadang menerbitkan surat keterangan telah terjadi perkawinan sebagai alat bukti dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama. Hal ini biasanya terjadi ketika buku nikah dikuasai pihak lawan dan tidak diserahkan kepada pihak yang berhak meskipun telah diminta.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai kewenangan KUA dalam menerbitkan surat keterangan dan kekuatan pembuktiannya di persidangan. Oleh karena itu, perlu dibedakan antara surat keterangan perkawinan, buku nikah, dan register akta nikah sebagai dokumen pencatatan perkawinan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Pelajari Lebih Lanjut : <a href=\"https:\/\/pablitar.net\/pelayanan-itsbat-nikah-terpadu-di-jakarta-selatan\/\">Pelayanan Itsbat Nikah Terpadu di Jakarta Selatan<\/a><\/h3>\n<h1 style=\"text-align: justify;\">Penerbitan Surat Keterangan oleh KUA<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggantian buku nikah sebagai <a href=\"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/\">bukti perkawinan<\/a> yang hilang atau rusak memiliki mekanisme tersendiri. Ketentuan pencatatan perkawinan diatur, antara lain, dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 30 Tahun 2024 tentang Pencatatan Pernikahan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun, persoalan berbeda muncul ketika buku nikah bukan hilang atau rusak, melainkan dikuasai pihak lain yang tidak bersedia menyerahkannya. Dalam keadaan tersebut, KUA perlu memeriksa data perkawinan melalui register dan arsip resmi sebelum menerbitkan surat keterangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Karena tidak ada aturan yang dapat dijadikan pijakan oleh KUA dalam hal menerbitkan surat keterangan terhadap kasus yang surat nikahnya dipegang pihak lawan, maka KUA melakukan diskresi administrasi dengan mengeluarkan surat keterangan telah menikah berdasarkan Asas Kepastian Hukum dan Validasi Data yang diatur dalam regulasi pencatatan sipil di indonesia. Sejak terbitnya surat edaran direktur jendral bimbingan masyarakat islam No. 5 Tahun 2024<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surat keterangan harus didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan. Penerbitannya juga perlu memperhatikan kewenangan KUA dan ketentuan administrasi yang berlaku. Surat tersebut tidak serta-merta dapat diperlakukan sebagai pengganti buku nikah atau akta autentik.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Kedudukan Surat Keterangan dalam Pembuktian<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara di Pengadilan Agama, surat keterangan KUA perlu dinilai berdasarkan isi, dasar penerbitan, dan dokumen pendukungnya. Hakim perlu memeriksa apakah keterangan tersebut bersumber dari register perkawinan yang sah dan dapat diverifikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila terdapat keraguan terhadap surat keterangan, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berpedoman pada dokumen tersebut. Register akta nikah dan arsip pencatatan perkawinan dapat menjadi sumber penting untuk memastikan kebenaran data perkawinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Surat keterangan tidak otomatis memiliki kekuatan pembuktian yang sama dengan akta autentik. Penilaian terhadap kekuatan bukti tetap menjadi kewenangan hakim dengan mempertimbangkan hukum acara dan bukti lain yang diajukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Register Akta Nikah sebagai Sumber Verifikasi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah meminta KUA memberikan salinan atau kutipan data register perkawinan sesuai prosedur yang berlaku. Apabila diperlukan, pengadilan dapat meminta dokumen pendukung atau menghadirkan petugas KUA untuk menjelaskan pencatatan perkawinan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Petugas KUA dapat menerangkan asal-usul dokumen, kesesuaian data, dan keberadaan arsip perkawinan. Apabila register asli diperlukan untuk pemeriksaan, penggunaannya harus mengikuti prosedur administrasi dan tata cara pembuktian di persidangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fotokopi register juga perlu diperiksa secara cermat. Pembubuhan meterai atau pemeteraian kemudian tidak dengan sendirinya menjadikan fotokopi sebagai akta autentik. Kesesuaiannya dengan dokumen asli dan kekuatan pembuktiannya tetap harus dinilai berdasarkan hukum yang berlaku.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Dasar Hukum dan Kehati-hatian Hakim<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasal 1868 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata menjelaskan pengertian akta autentik, yaitu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan undang-undang oleh atau di hadapan pejabat umum yang berwenang. Ketentuan mengenai kekuatan pembuktian salinan harus diterapkan sesuai jenis dokumen dan aturan hukum acara yang berlaku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hakim dapat meminta dokumen dan keterangan yang relevan untuk memperoleh kejelasan mengenai perkawinan yang disengketakan. Pemanggilan petugas KUA atau permintaan register asli harus dilakukan berdasarkan kewenangan pengadilan dan prosedur yang tepat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nSurat keterangan KUA dapat membantu menjelaskan adanya pencatatan perkawinan, tetapi penerbitan dan penggunaannya harus didukung data yang dapat diverifikasi. Dalam perkara di Pengadilan Agama, pemeriksaan register akta nikah, dokumen pendukung, dan keterangan petugas KUA dapat membantu hakim menilai bukti secara cermat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kehadiran Petugas Kua bertindak sebagai Pejabat yang melegalisasi kesesuaian dokumen secara langsung dihadapan majelis hakim<br \/>\nAgar opsi ini berjalan mulus di persidangan, pastikan mengikuti langkah teknis berikut:<br \/>\n&#8211; Nazegelen d kantor Pos :<br \/>\nFotokopi lembaran Register Akta Nikag yang diberikan KUA wajib diberi materai dan dicap di kantor pos sebelum diserahkan ke ruang sidang<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8211; Surat Tugas dari KUA :<br \/>\nPastikan petugas KUA yang datang membawa buku nikah Register asli juga membawa Surat Tugas resmi dari kepala KUA untuk menghadiri persidangan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan demikian, persoalan buku nikah yang dikuasai pihak lain perlu diselesaikan dengan memperhatikan kewenangan KUA, keabsahan dokumen, dan ketentuan pembuktian di pengadilan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Kantor Urusan Agama (KUA) terkadang menerbitkan surat keterangan telah terjadi perkawinan sebagai alat bukti dalam perkara perceraian di Pengadilan Agama. Hal ini biasanya terjadi ketika buku nikah dikuasai pihak lawan dan tidak diserahkan kepada pihak yang berhak meskipun telah diminta. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai kewenangan KUA dalam menerbitkan surat keterangan dan kekuatan pembuktiannya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[52,50,36,57,51],"class_list":["post-289","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-mahkamahagungri","tag-pablitar","tag-pengadilanagama-2","tag-pengadilanagamablita","tag-pengadilanagamaindonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-28T08:02:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-28T08:09:14+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"529\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"378\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"headline\":\"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan\",\"datePublished\":\"2026-10-28T08:02:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-28T08:09:14+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/\"},\"wordCount\":677,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-300x214.png\",\"keywords\":[\"MahkamahAgungRI\",\"PABlitar\",\"PengadilanAgama\",\"PengadilanAgamaBlita\",\"PengadilanAgamaIndonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/\",\"name\":\"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-300x214.png\",\"datePublished\":\"2026-10-28T08:02:06+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-28T08:09:14+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"description\":\"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images.png\",\"width\":529,\"height\":378},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\",\"name\":\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/author\\\/admin_0tp4xg8n\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan","description":"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan","og_description":"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan","og_url":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/","og_site_name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","article_published_time":"2026-10-28T08:02:06+00:00","article_modified_time":"2026-10-28T08:09:14+00:00","og_image":[{"width":529,"height":378,"url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images.png","type":"image\/png"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"headline":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan","datePublished":"2026-10-28T08:02:06+00:00","dateModified":"2026-10-28T08:09:14+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/"},"wordCount":677,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-300x214.png","keywords":["MahkamahAgungRI","PABlitar","PengadilanAgama","PengadilanAgamaBlita","PengadilanAgamaIndonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/","url":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/","name":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-300x214.png","datePublished":"2026-10-28T08:02:06+00:00","dateModified":"2026-10-28T08:09:14+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"description":"Pembahasan surat keterangan KUA sebagai bukti perkawinan dalam perkara di Pengadilan Agama, kekuatan pembuktian, dan penggunaan","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#primaryimage","url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images.png","contentUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images.png","width":529,"height":378},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pablitar.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website","url":"https:\/\/pablitar.net\/","name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pablitar.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/pablitar.net"],"url":"https:\/\/pablitar.net\/author\/admin_0tp4xg8n\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/289","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/comments?post=289"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/289\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":298,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/289\/revisions\/298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/media?parent=289"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/categories?post=289"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/tags?post=289"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}