{"id":283,"date":"2026-10-28T07:52:47","date_gmt":"2026-10-28T07:52:47","guid":{"rendered":"https:\/\/pablitar.net\/?p=283"},"modified":"2026-10-28T08:09:18","modified_gmt":"2026-10-28T08:09:18","slug":"transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/","title":{"rendered":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-284\" src=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15-300x200.jpg 300w, https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15.jpg 533w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perkembangan hukum Islam di Indonesia terus menunjukkan dinamika, terutama dalam bidang hukum kewarisan. Salah satu konsep yang mengalami perkembangan adalah wasiat wajibah, yaitu instrumen hukum yang berkembang melalui ijtihad untuk menjawab persoalan kewarisan yang tidak sepenuhnya dapat diselesaikan melalui ketentuan faraidh secara tekstual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Konsep wasiat wajibah menjadi salah satu sarana untuk mempertimbangkan keadilan dalam pembagian harta peninggalan. Pembahasannya mencakup perkembangan pemikiran fikih hingga penerapannya dalam sistem hukum nasional Indonesia, khususnya melalui Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan putusan pengadilan.<\/p>\n<h3>Pelajari Selengkapnya : <a href=\"https:\/\/pablitar.net\/surat-keterangan-kua-sebagai-bukti-perkawinan-di-pengadilan\/\">Surat Keterangan KUA sebagai Bukti Perkawinan di Pengadilan<\/a><\/h3>\n<h1 style=\"text-align: justify;\">Konsep Wasiat Wajibah dalam Hukum Islam<\/h1>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara umum, wasiat merupakan pemberian yang pelaksanaannya berlaku setelah pewasiat meninggal dunia. Sementara itu, istilah wajibah merujuk pada sesuatu yang diwajibkan. Dengan demikian, <a href=\"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/\">wasiat wajibah<\/a> merupakan pemberian yang diwajibkan berdasarkan ketentuan hukum kepada pihak tertentu dalam kondisi yang ditentukan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pasal 209 KHI mengatur wasiat wajibah bagi anak angkat dan orang tua angkat. Dalam perkembangannya, hakim melalui yurisprudensi juga menerapkan konsep ini kepada anak kandung non-Muslim dalam perkara tertentu, dengan mempertimbangkan keadilan dan hubungan keluarga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Perbedaan Agama sebagai Penghalang Waris<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam fikih kewarisan Islam, perbedaan agama antara pewaris dan ahli waris secara umum dipandang sebagai penghalang saling mewarisi. Dasar yang sering dirujuk adalah hadis riwayat Bukhari yang menyatakan bahwa seorang Muslim tidak mewarisi orang kafir dan orang kafir tidak mewarisi orang Muslim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Meskipun demikian, persoalan hubungan keluarga beda agama memunculkan pembahasan mengenai perlindungan hak dan keadilan. Dalam praktik peradilan Indonesia, wasiat wajibah menjadi salah satu instrumen hukum yang dipertimbangkan untuk memberikan bagian harta kepada pihak yang tidak memperoleh hak waris karena perbedaan agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemberian tersebut bukan berarti mengubah ketentuan ahli waris, melainkan merupakan bentuk pemberian berdasarkan pertimbangan hukum dalam perkara tertentu.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Kerukunan Keluarga sebagai Pertimbangan Hukum<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hubungan yang harmonis antara pewaris dan anak kandung non-Muslim dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memutus perkara wasiat wajibah. Kondisi tersebut perlu dinilai berdasarkan fakta dan bukti yang terungkap di persidangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hal yang dapat dipertimbangkan antara lain:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Hubungan anak dengan orang tua selama hidup.<br \/>\n2. Kepedulian anak dalam merawat orang tua ketika sakit.<br \/>\n3. Hubungan keluarga yang terjalin dengan baik.<br \/>\n4. Ada atau tidaknya pernyataan pewaris mengenai pemberian harta kepada anak tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Indikator tersebut tidak serta-merta menjadi syarat hukum yang berlaku mutlak dalam setiap perkara. Penilaiannya tetap bergantung pada fakta persidangan, ketentuan hukum, dan pertimbangan hakim.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Analisis Yurisprudensi Mahkamah Agung<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Putusan Mahkamah Agung Nomor 368 K\/AG\/1995 sering dibahas dalam perkembangan wasiat wajibah bagi anak kandung non-Muslim. Putusan ini menjadi bagian penting dalam kajian mengenai hubungan antara ketentuan kewarisan Islam dan pertimbangan keadilan dalam keluarga beda agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Melalui penemuan hukum (rechtsvinding), hakim mempertimbangkan penerapan hukum berdasarkan ketentuan yang berlaku dan fakta konkret dalam perkara. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa kewarisan membutuhkan pemahaman terhadap norma hukum sekaligus keadaan para pihak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perspektif hukum progresif yang dikembangkan Satjipto Rahardjo, hukum perlu diarahkan untuk melayani manusia dan mewujudkan keadilan. Namun, penerapannya tetap harus memperhatikan dasar hukum dan batas kewenangan pengadilan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\">Batasan Pemberian Wasiat Wajibah<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Besaran wasiat wajibah perlu mempertimbangkan ketentuan hukum dan hak pihak lain yang berkepentingan. Pasal 195 ayat (2) KHI mengatur bahwa wasiat pada prinsipnya dibatasi paling banyak sepertiga harta warisan, kecuali jika semua ahli waris menyetujui lebih dari batas tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam perkara wasiat wajibah bagi anak kandung non-Muslim, besaran pemberian harus merujuk pada pertimbangan dalam putusan yang relevan dan tidak dapat disamaratakan untuk semua perkara. Hak ahli waris yang sah serta keadaan konkret pewaris dan penerima perlu diperhatikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Transformasi wasiat wajibah dalam sistem hukum kewarisan Islam menunjukkan perkembangan penemuan hukum di Indonesia. Melalui KHI dan yurisprudensi Mahkamah Agung, konsep ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai perlindungan hak keluarga beda agama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penerapannya harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan dasar hukum, fakta persidangan, batas pemberian, serta keadilan bagi seluruh pihak yang berkepentingan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Perkembangan hukum Islam di Indonesia terus menunjukkan dinamika, terutama dalam bidang hukum kewarisan. Salah satu konsep yang mengalami perkembangan adalah wasiat wajibah, yaitu instrumen hukum yang berkembang melalui ijtihad untuk menjawab persoalan kewarisan yang tidak sepenuhnya dapat diselesaikan melalui ketentuan faraidh secara tekstual. Konsep wasiat wajibah menjadi salah satu sarana untuk mempertimbangkan keadilan dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[52,50,36,57,51],"class_list":["post-283","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized","tag-mahkamahagungri","tag-pablitar","tag-pengadilanagama-2","tag-pengadilanagamablita","tag-pengadilanagamaindonesia"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-28T07:52:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-28T08:09:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"533\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"355\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"admin\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"headline\":\"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam\",\"datePublished\":\"2026-10-28T07:52:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-28T08:09:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/\"},\"wordCount\":613,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-15-300x200.jpg\",\"keywords\":[\"MahkamahAgungRI\",\"PABlitar\",\"PengadilanAgama\",\"PengadilanAgamaBlita\",\"PengadilanAgamaIndonesia\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/\",\"name\":\"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-15-300x200.jpg\",\"datePublished\":\"2026-10-28T07:52:47+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-28T08:09:18+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\"},\"description\":\"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-15.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/images-15.jpg\",\"width\":533,\"height\":355},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/\",\"name\":\"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/pablitar.net\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/pablitar.net\\\/author\\\/admin_0tp4xg8n\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam","description":"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam","og_description":"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak","og_url":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/","og_site_name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","article_published_time":"2026-10-28T07:52:47+00:00","article_modified_time":"2026-10-28T08:09:18+00:00","og_image":[{"width":533,"height":355,"url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/"},"author":{"name":"admin","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"headline":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam","datePublished":"2026-10-28T07:52:47+00:00","dateModified":"2026-10-28T08:09:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/"},"wordCount":613,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15-300x200.jpg","keywords":["MahkamahAgungRI","PABlitar","PengadilanAgama","PengadilanAgamaBlita","PengadilanAgamaIndonesia"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/","url":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/","name":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam","isPartOf":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15-300x200.jpg","datePublished":"2026-10-28T07:52:47+00:00","dateModified":"2026-10-28T08:09:18+00:00","author":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19"},"description":"transformasi wasiat wajibah dalam hukum kewarisan Islam, mulai dari konsep fikih, KHI, hingga yurisprudensi Mahkamah Agung bagi anak","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#primaryimage","url":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15.jpg","contentUrl":"https:\/\/pablitar.net\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/images-15.jpg","width":533,"height":355},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/pablitar.net\/transformasi-wasiat-wajibah-dalam-hukum-kewarisan-islam\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/pablitar.net\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Transformasi Wasiat Wajibah dalam Hukum Kewarisan Islam"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#website","url":"https:\/\/pablitar.net\/","name":"Cara Mendaftar dan Panduan Lengkap Perkara di Pengadilan","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/pablitar.net\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/pablitar.net\/#\/schema\/person\/551aa81b646d72ac0d2b8ee82af34a19","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a56cfeeaa97740a7e39b3af01460b0373016931dfc3fbfbde78d51bc2e00be63?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/pablitar.net"],"url":"https:\/\/pablitar.net\/author\/admin_0tp4xg8n\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/comments?post=283"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":293,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions\/293"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/media?parent=283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/categories?post=283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pablitar.net\/api\/wp\/v2\/tags?post=283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}