
Pengadilan Agama Blitar menggelar kajian Ashar PA Blitar pada Jumat, 4 September 2026, bertempat di Mushala Al Mahkamah Pengadilan Agama Blitar. Kegiatan yang diikuti oleh aparatur tersebut menghadirkan Maftukhin, Hakim Pengadilan Agama Blitar, sebagai imam sekaligus penceramah dengan tema “Jauhi Sifat Sombong Mulai dari Perilaku dan Sikap, karena Keagungan Hanya Milik Allah.”
Kajian rutin ini menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual bagi aparatur di tengah pelaksanaan tugas dan tanggung jawab kedinasan. Melalui kegiatan keagamaan tersebut, seluruh aparatur diajak untuk memperkuat keimanan sekaligus melakukan introspeksi terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajari Selakapnya : PA Blitar Transformasi Budaya Kerja dari PINTAR
Kajian Ashar PA Blitar Mengangkat Bahaya Sifat Sombong
Dalam penyampaian kajian Ashar, Maftukhin mengajak para peserta untuk senantiasa menghindari sifat sombong. Menurutnya, kesombongan tidak hanya terlihat melalui perkataan, tetapi juga dapat tercermin dari perilaku, sikap, dan cara seseorang memperlakukan orang lain.
Sifat tersebut dapat muncul ketika seseorang merasa lebih unggul dibandingkan orang lain karena memiliki kelebihan, jabatan, kemampuan, maupun pencapaian tertentu.
Keagungan dan Kebesaran Hanya Milik Allah SWT
Maftukhin menegaskan bahwa manusia tidak sepatutnya menyombongkan diri atas segala sesuatu yang dimilikinya. Sebab, seluruh keagungan dan kebesaran pada hakikatnya merupakan milik Allah SWT.
Dalam kajiannya, ia menyampaikan pesan, “Jauhi sifat sombong, mulai dari perilaku dan sikap, karena keagungan hanya milik Allah.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa segala kelebihan yang dimiliki manusia merupakan anugerah sekaligus amanah yang harus disyukuri. Oleh karena itu, setiap orang perlu menjaga kerendahan hati dan tidak menjadikan kelebihan yang dimiliki sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.
Pentingnya Sikap Rendah Hati dalam Kehidupan dan Pekerjaan. Materi kajian Ashar PA Blitar juga memiliki relevansi dengan kehidupan aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari. Sikap rendah hati merupakan salah satu nilai penting yang perlu dijaga dalam membangun hubungan kerja yang sehat dan harmonis.
Menghindari Kesombongan dalam Menjalankan Amanah Jabatan
Dalam lingkungan kerja, jabatan dan kewenangan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Setiap aparatur memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang saling berkaitan dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan peradilan.
Karena itu, jabatan tidak seharusnya menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi atau memperlakukan orang lain secara tidak pantas. Sebaliknya, kedudukan dan tanggung jawab perlu menjadi dorongan untuk semakin meningkatkan kualitas pengabdian.
Sikap rendah hati juga membantu menciptakan komunikasi yang baik antarapegawai. Dengan saling menghargai, terbuka terhadap masukan, dan tidak merasa paling benar, lingkungan kerja dapat menjadi lebih kondusif.
Membangun Pelayanan yang Humanis kepada Masyarakat. Nilai kerendahan hati juga penting ketika aparatur berhadapan dengan masyarakat pencari keadilan. Setiap masyarakat berhak memperoleh pelayanan yang baik, sopan, dan manusiawi tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukannya.
Aparatur yang mampu menjaga sikap dan perilaku akan lebih mudah membangun komunikasi yang positif dengan masyarakat. Dengan demikian, nilai keagamaan yang diperoleh melalui kajian tidak hanya menjadi pemahaman pribadi, tetapi juga dapat diwujudkan dalam kualitas pelayanan publik.
Kajian Rutin sebagai Sarana Pembinaan Spiritual Aparatur
Kajian Ashar di Mushala Al Mahkamah tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi keluarga besar Pengadilan Agama Blitar.
Di tengah rutinitas pekerjaan, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada aparatur untuk sejenak memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus mengevaluasi perilaku dalam kehidupan pribadi maupun kedinasan.
Pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas. Pengetahuan dan kemampuan profesional perlu berjalan beriringan dengan akhlak, tanggung jawab, serta kesadaran moral dalam menjalankan amanah.
Memperkuat Integritas melalui Pembinaan Keagamaan. Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin, Pengadilan Agama Blitar terus mendorong keseimbangan antara peningkatan profesionalitas dan pembinaan spiritual aparatur.
Pesan tentang bahaya kesombongan menjadi pengingat bahwa jabatan, kemampuan, dan berbagai kelebihan yang dimiliki manusia bukanlah alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Semua itu merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh rasa syukur dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, kajian Ashar PA Blitar diharapkan mampu memberikan nilai positif bagi pembentukan karakter aparatur yang rendah hati, berakhlak baik, dan berintegritas. Dengan landasan spiritual yang kuat, aparatur diharapkan dapat menjalankan tugas pelayanan peradilan secara profesional sekaligus mengedepankan sikap humanis.
Sebab, kualitas seorang aparatur tidak hanya tercermin dari kemampuan dalam bekerja, tetapi juga dari akhlak, sikap, dan cara memperlakukan sesama manusia.








