CERAI GUGAT / CERAI TALAK

  1. Membuat Surat Gugatan
  2. Kutipan/Duplikat Buku Nikah ASLI
  3. KTP dan KK
  4. Apabila salah satu pihak (suami/isteri) tidak diketahui alamatnya secara jelas di wilayah Indonesia harus ada Surat Keterangan dari Desa
  5. Bagi PNS / TNI / POLRI harus ada Surat Ijin dan atau Surat Keterangan dari atasan.

Semua difotokopi sebanyak 5 kali selanjutnya di leges (nazegelen) dikantor Pos Pusat. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

ITSBAT NIKAH

  1. KTP (Suami – Istri) dan KK
  2. Rekomendasi dari KUA
  3. SURAT KEMATIAN  dari  Desa (jika telah meninggal dunia)
  4. Buku Nikah & KK saudara kandungnya. (Jika yang diisbatkan orang tua atau yang mengajukan anaknya)

Semua difotokopi sebanyak 3 kali selanjutnya di leges (nazegelen) dikantor Pos Pusat. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

PERUBAHAN BIODATA

  1. KTP Pemohon
  2. Akta Kelahiran/Ijazah/KK
  3. Akta Nikah/Akta Cerai
  4. Surat Keterangan dari Desa/Kelurahan yang menyatakan nama/tanggal lahir dalam Akta Nikah/Akta Cerai dan dalam Akta kelahiran / Ijazah / KK merupakan nama 1 orang, dan orang tersebut benar penduduk desa/ kelurahan tersebut.

Semua difotokopi sebanyak 3 kali

selanjutnya di leges (nazegelen) dikantor Pos Pusat

Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

( SUAMI & ISTRI harus Hadir )

Keterangan: Persyaratan ini merupakan persyaratan awal, untuk selanjutnya mengikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim di dalam persidangan

DISPENSASI NIKAH

  1. Penolakan dari KUA
  2. KTP Pemohon (wali nikah)
  3. Kartu Keluarga (KK)
  4. Akta Kelahiran calon mempelai

Semua difotokopi sebanyak 3 kali selanjutnya di leges (nazegelen) dikantor Pos. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

Keterangan: Persyaratan ini merupakan persyaratan awal, untuk selanjutnya mengikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim di dalam persidangan

POLIGAMI

  1. Membuat Surat Permohonan
  2. KTP Pemohon, KTP Istri pertama dan Calon Istri
  3. KK Pemohon
  4. Buku Nikah Pemohon
  5. Surat Keterangan Status Calon Istri dari Desa, bila belum pernah menikah (Bila pernah terjadi perceraian melampirkan fotokopi akta cerai)
  6. Surat Keterangan Penghasilan diketahui Desa / Instansi
  7. Surat Ijin Atas bila PNS
  8. Surat Pernyataan tidak keberatan dimadu dari Istri pertama.
  9. Surat Pernyataan tidak keberatan dimadu dari calon Istri
  10. Surat Keterangan Pemisahan Harta Kekayaan.

Masing-masing difotokopi rangkap 3. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran. Pendaftaran Senin s.d. Jum’at

Keterangan: Persyaratan ini merupakan persyaratan awal, untuk selanjutnya mengikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim di dalam persidangan;

ADOPSI ANAK

  1. Surat Keterangan dari Dinas Sosial
  2. KTP Pemohon (Suami + Istri)
  3. Kartu Keluarga (KK) Pemohon
  4. Surat Nikah Pemohon
  5. KTP orang tua anak
  6. Surat Nikah orang tua anak
  7. Kartu Keluarga (KK) orang tua anak
  8. Akta Kelahiran Anak/Kenal Lahir dari Desa
  9. Surat pernyataan penyerahan anak dari yang punya anak kepada yang akan mengadopsi
  10. Surat Keterangan berbadan Sehat
  11. SKCK Pemohon I dan II
  12. Surat Keterangan Penghasilan Pemohon

Masing-masing difotokopi rangkap 1. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

Pendaftaran Senin s.d. Jum’at

Keterangan: Persyaratan ini merupakan persyaratan awal, untuk selanjutnya mengikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim di dalam persidangan

WALI ADHAL

  1. Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  2. Akta Kelahiran / Ijazah / Akta Cerai
  3. Kartu Keluarga (KK)
  4. Penolakan dari KUA
  5. Membawa persyaratan Menikah (ASLI)

Semua difotokopi sebanyak 3 kali selanjutnya di leges (nazegelen) dikantor Pos. Semua berkas tersebut dimasukkan ke dalam map dan diserahkan ke Loket Pendaftaran.

Keterangan: Persyaratan ini merupakan persyaratan awal, untuk selanjutnya mengikuti petunjuk dan perintah dari Majelis Hakim di dalam persidangan